Rabu, 08 Januari 2014

SEL SEBAGAI SATUAN STRUKTURAL DAN FUNGSIONAL DARI MAKHLUK HIDUP


A.    Sel
Dari tahun 1665, ketika Robert Hooke mengamati sel, hingga pertengahan abad 20, ilmuwan biologi hanya memiliki mikroskop cahaya untuk mengamati sel. Meskipun demikian, mereka banyak menemukan hal-hal penting, seperti makhluk hidup satu sel, sel-sel penyusun hewan dan tumbuhan, serta struktur sel. Hasil yang mereka dapat pada akhirnya menghasilkansuatu teori yang disebut teori sel, yaitu sebagai berikut
1.      Sel merupakan dasar penyusun makhluk hidup. Oleh karena itu, semua makhluk hidup tersusun atas sel.
2.      Sel merupakan dasar penyusun fungsional dari makhluk hidup.
3.      Semua sel berasal dari sel melalui proses pembelahan sel.

Sel mampu melakukan semua aktivitas kehidupan dan sebagian besar reaksi kimia untuk mempertahankan kehidupan berlangsung di dalam sel. Kebanyakan makhluk hidup tersusun atas sel tunggal, atau disebut organisme uniseluler, misalnya bakteri, virus dan amoeba. Makhluk hidup lainnya, termasuk tumbuhan, hewan, dan manusia, merupakan organisme multiseluler yang terdiri dari banyak tipe sel terspesialisasi dengan fungsinya masing-masing. Tubuh manusia, misalnya, tersusun atas lebih dari 1013 sel. Namun demikian, seluruh tubuh semua organisme berasal dari hasil pembelahan satu sel. Contohnya, tubuh bakteri berasal dari pembelahan sel bakteri induknya, sementara tubuh tikus berasal dari pembelahan sel telur induknya yang sudah dibuahi. Ukuran sel bervariasi dapat dibandingkan pada beberapa organisme berikut ini dibandingkan dengan ukuran molekul, antara lain :
1. Sel bakteri Tifoid panjangnya mulai dari 0,2 µm - 0,5 µm;
2. Sel darah merah 7µm
3. Sel hati 20µm
4. Sel Amoeba + 100 µm; Ukuran sebagian besar sel tunggal biasanya tidak
melebihi 35 µm;
5. Sel telur manusia berdiameter 0,1 mm (100 µm);
6. Molekul hemoglobin + 0,007µm.

B.     Struktur Sel dan fungsinya:
a. Membran sel
      Satu sel dibatasi oleh lapisan tipis yang disebut membran sel (plasmalema). Membran sel tersusun atas molekul-molekul protein, lapisan senyawa lemak (fosfolipid), air,karbohidrat, dan sedikit kolesterol. Dengan struktur yang demikian kompleks, membran sel memiliki beberapa fungsi di antaranya sebagai berikut:
1)      Membentuk suatu batas yang fleksibel (tidak mudah robek) antara isi sel dan luar sel.
2)      Membungkus dan melindungi isi sel.
3)      Menyeleksi zat-zat apa saja yang bisa masuk ke dalam sel dan apa yang harus keluar dari sel.
b. Inti Sel (Nukleus)
Organel pertama yang diteliti oeh para ilmuwan adalah inti sel (nukleus). Nukleus adalah struktur berbentuk bulat dan biasanya terletak di tengah-tengah sel. Nukleus adalah bagian terpenting bagi kehidupan sel sebab nukleus mengendalikan seluruh aktivitas sel. Membran inti memiliki fungsi sebagai pelindung inti sel dan sebagai tempat pertukaran zat antara materi inti dan sitoplasma. Inti sel memiliki bagian-bagian di dalamnya, seperti berikut ini.
1) Cairan Inti (Nukleoplasma)
Cairan inti merupakan suatu cairan kental berbentuk jeli. Cairan inti ini mengandung senyawa kimia yang sangat kompleks. Selain itu, di dalam cairan inti terdapat enzim, ion, protein, dan nukleotida.
2) Anak Inti (Nukleolus)
Anak inti adalah suatu struktur berbentuk bulat yang tersusun atas filamen-filamen dan butiran-butiran. Secara kimiawi, anak inti mengandung DNA, RNA, dan protein. Nukleolus berperan dalam pembentukan ribosom.
3) Kromatin
Kromatin adalah struktur berupa benang-benang halus yang mengandung DNA (deoxyribonucleic acid). DNA merupakan bahan atau substansi genetik dari suatu organisme. Pada saat pembelahan sel, kromatin akan memendek dan melingkar membentuk kromosom.

c. Sitoplasma
Sel memiliki suatu cairan yang berada di antara membran sel dan inti sel. Cairan tersebut dinamakan dengan sitoplasma. Sitoplasma merupakan cairan koloid kompleks tempat beradanya organel-organel sel dan substansi sel yang tidak hidup. Di dalam sitoplasma berlangsung beberapa proses metabolisme sel, seperti sintesis protein dan respirasi sel. Di dalam sitoplasma terdapat organel-organel, seperti mitokondria, ribosom, retikulum endoplasma, badan Golgi, lisosom, mikrobodi, dan sentriol.
1) Mitokondria
Mitokondria mengandung enzim yang dapat melepaskan energi dalam bentuk makanan pada proses respirasi sel. Oleh karena itu, mitokondria sering disebut sebagai “powerhouse” atau “pabrik energi” dari sel. Setiap mitokondria memiliki dua lapis membran, yaitu membran dalam dan membran luar. Membran dalam pada mitokondria membentuk lipatan-lipatan yang disebut krista. Adapun membran luar membatasi mitokondria dengan sitoplasma. Antara membran dalam dan membran luar mitokondria terdapat ruangan yang disebut matriks.
2) Ribosom
Ribosom merupakan organel berbentuk butiran-butiran yang tersusun atas RNA (ribonucleic acid) dan protein. Ribosom berfungsi sebagai tempat berlangsungnya sintesis protein. Di dalam sitoplasma, ribosom ada yang menempel pada retikulum endoplasma dan ada yang bebas. Ribosom yang menempel pada retikulum endoplasma berfungsi menyintesis protein-protein untuk disekresikan ke luar sel. Adapun ribosom yang bebas berfungsi menyintesis protein untuk keperluan sel itu sendiri.
3) Retikulum endoplasma
Retikulum endoplasma (RE) adalah organel yang terdiri atas membran-membran yang tersusun paralel. RE memiliki rongga-rongga (sisterna) yang berbentuk pipih dan tubulus. Sisterna menghubungkan membran inti dengan membran sel. Retikulum endoplasma terdiri atas dua jenis, yaitu RE kasar dan RE halus. RE kasar adalah RE yang permukaannya ditempeli oleh ribosom. Adapun RE halus, permukaannya tidak ditempeli oleh ribosom. RE memiliki beberapa fungsi, seperti membentuk jaringan citocavitari (sistem sirkulasi intra seluler); menyediakan enzim-enzim di sepanjang RE; berperan dalam transportasi berbagai zat; dan berperan dalam pembentukan fosfolipid, kolesterol, dan karbohidrat.
4) Badan goldi (apparatus golgi)
Pada 1898, seorang ahli biologi berkebangsaan Itali, Camillo Golgi, menemukan suatu organel yang tersusun atas tumpukan kantung pipih. Organel tersebut kemudian diberi nama badan Golgi. Badan Golgi membentuk vesikula (kantong) yang akan membawa zat-zat yang dihasilkan oleh retikulum endoplasma kasar dan retikulum endoplasma halus menuju membran sel. Zat-zat yang dihasilkan RE biasanya berbentuk protein.
5) Lisosom
Beberapa vesikula yang berasal dari badan Golgi tetap berada di dalam sitoplasma. Vesikula tersebut dinamakan lisosom, yaitu organel berbentuk oval atau bulat yang dilapisi oleh satu lapis membran. Lisosom mengandung enzim yang dapat mencerna polisakarida, fosfolipid, lipid, dan protein. Selain itu, lisosom juga berfungsi mencernakan dan menguraikan organel sel yang tua atau telah rusak. Lisosom pun berperan di dalam proses kematian sel (autolysis).
6) Mikrobodi
Mikrobodi merupakan organel dengan struktur yang mirip dengan lisosom. Contoh mikrobodi adalah peroksisom. Peroksisom adalah organel yang mengandung banyak enzim katalase. Enzim katalase berfungsi menguraikan senyawa beracun peroksida (H2O2). Hasil penguraian peroksida berupa air (H2O) dan oksigen (O2). Pada hewan, peroksisom banyak terdapat di dalam hati dan ginjal. Peroksisom yang hanya terdapat pada tumbuhan disebut glioksisom. Glioksisom berfungsi mengoksidasi asam lemak. Organel ini banyak ditemukan di dalam jaringan lemak pada biji yang sedang berkecambah.

C.    Perbedaan Sel Hewan dan Sel Tumbuhan
            a.   Dinding Sel
Sel tumbuhan memiliki dinding sel yang kaku. Dinding sel ini berfungsi sebagai pelindung sel dan pemberi bentuk sel agar tetap stabil. Dinding sel terletak di sebelah luar setelah membran sel. Pada tumbuhan, dinding sel tersusun atas selulosa dalam jumlah besar, lignin, dan suberin.
b.      Kloroplas (Zat Hijau Daun)
Kloroplas hanya terdapat pada sel-sel tumbuhan dan ganggang tertentu. Klorofil menangkap energi matahari dan digunakan untuk fotosintesis zat makanan. Jadi, kloroplas merupakan tempat fotosintesis.
c.       Vakuola
Vakuola pada sel tumbuhan dibungkus oleh selapis membran yang disebut tonoplas. Membran vakuloa ini berasal dari RE dan berfungsi mengatur zat-zat yang keluar masuk vakuola. Sel dewasa biasanya hanya memiliki satu vakuola besar di bagian tengah, sedangkan pada sel muda terdapat beberapa vakuola kecil. Vakuola pada sel hewan biasanya lebih kecil dan tidak dilengkapi dengan tonoplas.
d.      Sentriol
Sentriol hanya terdapat pada sel hewan dan Protista. Sentriol merupakan organel berbentuk silinder yang tersusun atas mikrotubulus. Sentriol biasanya terletak di dekat inti sel (nukleus). Organel ini berperan dalam pembelahan sel.
e.       Sentrosom
Sentrosom hanya terdapat pada sel-sel hewan dan berperan pada proses pembelahan sel. Pada awal proses pembelahan sel masing-masing sentriol berduplikasi sehingga terbentuk dua pasang sentriol. Selanjutnya, setiap pasang akan menuju kutub sel yang berlawanan dan memancarkan serat-serat gelendong pembelahan sel yang terdiri dari mikrotubul.
f.       Plastida
Organel ini hanya terdapat pada sel tumbuhan. Plastida berperan dalam proses fotosintesis, yaitu proses pembentukan karbohidrat. Plastida berfungsi menangkap energi cahaya untuk menghasilkan gula. Adanya plastida di dalam sel membuat tumbuhan dapat  menghasilkan molekul makanannya sendiri.

D.     Fungsi Sel
·         Pembawa faktor keturunan
·         Penggerak pada jaringan
·         Sintesis protein
·         Cadangan makanan

E.     Manfaat Mempelajari Sel
·         Mengetahui pendekatan biologi untuk penyelesaian masalah pangan di Indonesia yaitu tanaman transgenic. Contohnya gen toksin dari bakteri Bacillus ditransfer ke dalam tanaman agar tanaman tahan terhadap hama. (arif nasution,2002)
·         Munculnya bioteknologi yang memudahkan dalam suatu penelitian. Contohnya dalam pertanian seperti pembuatan bir, roti dan keju. ( Modibo Traore, FAO Assistant Director-General, 2010)
·         Setelah mempelajari DNA maka dapat membantu dalam proses penentuan kesehatan dari seseorang. Dari hasil DNA maka dapat dipelajari penyakit-penyakit menurun yang berbahaya seperti hemophilia dan ditemukannya berbagai jenis obat dengan menggunakan mikroba dsb. ( anonim, 2008 )
·         Setelah diketemukannya jenis bakteri Lactobacillus yang sifat-sifatnya dapat bermanfaat bagi manusia dan dapat dibuat menjadi yoghurt, maka berkembanglah industri pembuatan yoghurt.

Referensi:

Firmansyah, Rikky. (2009). Mudah dan Aktif Belajar Biologi untuk Kelas XI SMA/MA Program IPA. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.
Rachmawati, Faidah. (2009). Biologi untuk Kelas XI SMA/MA Program IPA. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.
Satriya, Naufaldi Rafif. (2013). Biologi Sel Makhluk Hidup. Tersedia di http://ilmu-duniadanakhirat.blogspot.com/ringkasan-biologi-sel-makhluk-hidup (Kamis, 12 September 2013)
http://id.wikipedia.org/wiki/sel_biologi# (Kamis, 12 September 2013)
http://arsip-mu.blogspot.com/biologi-dasar (Kamis, 12 September 2013)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar