Rabu, 08 Januari 2014

JARINGAN

Jaringan adalah kumpulan sel yang memiliki bentuk dan struktur yang sama untuk fungsi tertentu. Ilmu yang mempelajari jaringan disebut histologi. Pada hewan dan tumbuhan bersel banyak yang berkembang biak secara seksual, zigot yang merupakan hasil fertilisasi akan membelah berulang kali, dan akan menghasilkan jaringan embrional atau jaringan meristem pada tumbuhan. Dalam pembelahan itu sel-selnya akan mengalami perubahan bentuk maupun fungsi. Proses inilah yang disebut spesialisasi. Dari jaringan embrional selanjutnya dapat dibentuk jaringan-jaringan lain. Perubahan bentuk dan susunan jaringan embrional menjadi jaringan jaringan lain disebut proses diferensiasi.

JARINGAN PADA HEWAN DAN MANUSIA (VETEBRATA)
Jaringan hewan dan manusia umumnya sama, terdiri atas: jaringan embrional, jaringan epithel, jaringan otot, jaringan saraf, jaringan penguat, dan jaringan lemak.
1.      Jaringan Embrional
Jaringan embrional, merupakan jaringan dari hasil pembelahan sel zigot. Jaringan embrional mengalami spesialisasi menjadi 3 lapisan jaringan (triploblastik), lapisan luar, ektoderm, lapisan tengah, mesoderm dan lapisan dalam entoderm.
Contoh hewan triploblastik : Annelida, Mollusca, Arthropoda, Chordata.
Atau menjadi 2 lapisan jaringan (diploblastik), lapisan ektoderm dan endoderm.
Contoh hewan diploblastik : Coelenterata. Lapisan-lapisan jaringan tersebut di atas kemudian akan berkembang menjadi organ-organ tubuh dari suatu hewan.
2.      Jaringan Epithel
Jaringan epithel adalah jaringan yang melapisi permukaan tubuh atau organ tubuh, baik permukaan dalam maupun permukaan luar. Epithel yang melapisi permukaan dalam dari saluran disebut endotelium. Jaringan epithel ini pun bermacam-macam dilihat dari bentuk, susunan, dan fungsinya.
a.   Berdasarkan bentuk dan susunannya
  • Epithel berlapis tunggal, terdiri atas:
    • Epithel pipih berlapis tunggal: misalnya, epithel peritornium dan epithel pembuluh darah.
    • Epithel kubusberlapis tunggal: terdapat pada kelenjar ludah dan kelenjar tiroid.
    • Epithel silindris berlapis tunggal: misalnya terdapat pada ventrikulus (lambung) dan intestinum (usus).
  • Epithel berlapis banyak, terdiri atas:
    • Epithel pipih berlapis banyak: misalnya, yang melapisi rongga mulut dan rongga hidung
    • Epithel silindris berlapis banyak: misalnya epithel yang terdapat pada kerongkongan
    • Epithel kubus berlapis banyak: misalnya epithel yang membentuk kelenjar
  • Epithel silindris bersilia: misalnya, yang melapisi saluran     pernapasan (trakhea) dan saluran sperma
  • Epithel transisional: misalnya epithel yang melapisi bagian dalam kandung kemih.
b.  Berdasarkan fungsinya
  1. Sebagai pelindung/proteksi: epithel yang berperan sebagai penutup sekaligus sebagai pelindung jaringan yang terdapat di sebelah bawahnya.
  2. Sebagai kelenjar:
    • Kelenjar eksokrin: menghasilkan getah yang dialirkan melalui saluran, misalnya: kelenjar keringat dan kelenjar air liur.
    • Kelenjar endokrin/kelenjar buntu: menghasilkan getah yang langsung dialirkan ke darah secara difusi. Misalnya, kelenjar adrenal, kelenjar tiroid, dan lain-lain.
  3. Penerima rangsangan (reseptor); misalnya, epithel yang terdapat di sekitar indera. Epithel yang bertugas menerima rangsangan disebut epithel sensori/neuroepitelium.
4.      Pintu gerbang lalu-lintas zat. Sebagai contoh:
o   epithel pada alveolus untuk masuk/keluarnya CO2.
o   epithel usus untuk pemasukan sari makanan.
o   epithel nefron untuk lewatnya urine primer.
3.      Jaringan Otot
Jaringan otot adalah kumpulan sel otot yang berfungsi melakukan gerak pada berbagai bagian tubuh. Di dalamnya terdapat protein kontraktil yang membuat otot dapat berkontraaksi. Bentuknya panjang-panjang dan mengandung serabut-serabut halus yang disebut miofibril. Biasanya jaringan otot dibedakan menjadi tiga macam: otot polos, otot lurik, dan otot jantung. Otot lurik dan otot jantung lebih banyak mengandung protein kontraktil dibandingkan dengan otot polos.
a.    Otot polos.
Tersusun atas sel-sel berbentuk kumparan halus, masing-masing dengan satu nukleus di tengah, berbentuk oval dan mempunyai fibril-fibril homogen. Sel-sel tersebut tersusun atas lapisan-lapisan yang diikat dengan jaringan ikat fibrosa. Biasanya terdapat pada alat-alat dalam tubuh hewan vertebrata, misalnya pada dinding saluran pencernaan, pembuluh darah, dan sebagainya.
b.    Otot lurik (otot rangka)
Disebut juga otot seran lintang. Jaringan otot lurik terdiri atas susunan serabut otot yang disebut fibril. Fibril tersusun atas miofibril. Sel otot berkumpul membentuk kumpulan sel, yang selanjutnya bersatu membentuk otot atau daging. Miofibril diselubungi oleh retikulum sarkoplasma. Serabut otot tersusun atas aktin dan miosin. Jenis otot ini bekerja di bawah pengaruh kesadaran, sehingga disebut otot volunter.
c.     Otot jantung (miokardium)
Otot jantung juga terdiri atas serabut otot seran lintang, tetapi antara sel-sel yang berdampingan, membran selnya beranyaman membentuk percabangan. Hubungan percabangan semacam ini disebut cakram interkalar. Otot jantung disebut juga otot lurik involunter.



4.      Jaringan Saraf

Jaringan saraf dibentuk oleh sel-sel saraf atau neuron. Satu neuron dibentuk oleh badan sel, dendrit, dan akson. Dendrit berfungsi menerima rangsang dari neuron lain, dan akson berfungsi meneruskan rangsang tersebut ke neuron berikutnya. Ujung neuron yang satu dengan ujung neuron lainnya saling berhubungan. Hubungan antara ujung-ujung neuron ini disebut sinapsis. Pada bagian-bagian tertentu dari akson, selaput mielin menggenting, disebut nodus Ranvier.
Ada tiga macam jenis neuron:
·         neuron sensorik, meneruskan rangsang dari reseptor (indera) ke otak
·         neuron motorik, meneruskan rangsang dari otak ke efektor (otot atau kelenjar), dan
·         neuron konektor, meneruskan rangsang antar neuron, umumnya berperan dalam gerak refleks (neuron ini sering juga disebut neuron ajustor atau interneuron)

5.      Jaringan penguat / penyokong

Yang termasuk jaringan penguat (penunjang) ialah jaringan ikat, jaringan tulang, jaringan tulang rawan, serta jaringan darah dan getah bening yang merupakan jaringan ikat istimewa.

a.    Jaringan ikat 

Yaitu jaringan yang tersusun atas sel-sel yang tidak begitu rapat, dan di antaranya terdapat matriks atau zat sela. Bila matriksnya longgar, maka jaringan itu disebut jaringan ikat longgar. Bila matriksnya rapat dan sedikit mempunyai lubang yang sempit, maka disebut jaringan ikat padat.

b.     Jaringan tulang keras

Tersusun atas sel-sel tulang atau osteon. Matriksnya banyak mengandung zat perekat kolaagen dan zat kapur (CaC03) yang menyebabkan tulang menjadi keras. Berdasarkan susunan matriksnya, jaringan tulang dapat dibedakan menjadi dua, yaitu:
  • jaringan tulang kompak/keras, apabila matriksnya rapat
  • jaringan tulang spons, apabila matriksnya berongga

c.     Jaringan tulang rawan (kartilago)

Terdiri atas sel-sel yang banyak mengeluarkan matriks atau zat serta yang disebut kondrin. Jaringan tulang rawan pada anak berasal dari jaringan ikat embrional (mesenkim). Sedangkan tulang rawan pada orang dewasa dibentuk oleh selaput tulang rawan (perikondrium) yang banyak mengandung sel membentuk tulang rawan atau kondroblast. Jaringan tulang rawan dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu:
  • kartilago hialin, apabila matriksnya jernih dan transparan. Contohnya antara lain yang terdapat pada ujung tulang rusuk yang melekat pada tulang dada dan pada tulang rawan trakea.
  • kartilago elastis, apabila matriksnya sedikit keruh kekuning-kuningan serta banyak mengandung serabut kolagen yang berstruktur jala. Contohnya antara lain: pada dinding saluran pernafasan dan pada daun telinga luar.
  • kartilago fibrosa, apabila matriksnya keruh dan gelap, serta serabut kolagennya membentuk satu berkas dan tersusun sejajar. Contohnya antara lain terdapat pada perlekatan ligamen-ligamen tertentu ke tulang.

d.     Jaringan darah dan getah bening (limfe)

 Jaringan pada hewan dan manusia
 Jaringan pada hewan dan manusia
Inilah bentuk eritrosit, bentuknya bikonkaf
 Jaringan pada hewan dan manusia
 Jaringan pada hewan dan manusia
Sel darah putih sedang melawan
bakteri berbentuk basil
Darah putih menyerang bakteri bertentuk coccus
 Jaringan pada hewan dan manusia
Inilah berbagai bentuk darah putih:
-limfosit
-monosit
-basofil
-eosinofil
- neutrofil
Jaringan darah dan getah bening dianggap sebagai jaringan penguat istimewa, karena terdiri atas sel-sel darah yang terendam di dalam suatu cairan yang dianggap sebagai matriksnya.

5. Jaringan Lemak

 Jaringan pada hewan dan manusiaTerdiri atas sel-sel lemak yang berisi tetes-tetes lemak. Umumnya terdapat di bawah kulit yang berfungsi sebagai bantalan lemak, juga merupakan cadangan makanan dan berfungsi sebagai pelindung jaringan-jaringan di bawahnya.

JARINGAN PADA TUMBUHAN
Jaringan pada tumbuhan dapat dikelompokkan menjadi 2 kelompok besar, yaitu:
1.      Jaringan meristem (muda)
Adalah jaringan yang sel penyusunnya bersifat embrional, artinya mampu terus-menerus membelah diri untuk menambah jumlah sel tubuh.
Ciri-ciri:
·         Dinding selnya tipis
·         Banyak protoplasma
·         Bentuk dan ukurannya sama
·         Rongga selnya kecil
·         Terdiri dari sel-sel yang aktif membelah.
·         Terbagi menjadi tiga macam, yaitu:
1)   Promeristem: jaringan meristem yang telah ada ketika tumbuhan masih aktif  berada dalam masa embrional.
2)   Meristem primer: jaringan meristem pada tumbuhan dewasa yang masih aktif membelah dan menyebabkan tumbuhan bertambah tinggi. Terletak pada kuncup ujung batang dan ujung akar atau ujung tunas Contoh: meristem ujung akar dan ujung batang.
3)   Meristem sekunder: jaringan meristem yang berasal dari meristem primer dan menyebabkan tumbuhan bertambah besar. Contoh: Kambium gabus pada batang  dikotil dan gymnospermae dapat terbentuk dari sel-sel korteks dibawah epidermis.
2.      Jaringan permanen (dewasa)
Adalah jaringan yang terbentuk dari hasil diferensiasi dan spesialisasi dari sel-sel hasil pembelahan jaringan meristem. Jaringan dewasa ini disebut sebagai jaringan permanen. Istilah jaringan permanen berlaku bagi jaringan yang telah mengalami diferensiasi yang sifatnya tidak dapat balik ( irreversibel ). Diferensiasi adalah perubahan bentuk sel yang disesuaikan dengan fungsinya, sedangkan spesialisasi adalah pengkhususan sel untuk mendukung suatu fungsi tertentu. Jaringan dewasa pada umumnya sudah tidak mengalami pertumbuhan lagi atau sementara berhenti pertumbuhannya.
Terbagi menjadi empat macam, yaitu:
1)      Jaringan epidermis/pelindung
a)      Terdapat pada permukaan seluruh bagian tumbuhan.
b)      Berfungsi sebagai pelindung dari gangguan hewan atau manusia.
c)       Modifikasi epidermis:
o   stomata (mulut daun) sebagai tempat keluar masuknya O2 dan CO2
o   trikomata (rambut-rambut) pelindung dari gangguan binatang dari luar
o   lenti sel (mulut batang) untuk pertukaran gas O2 dan CO2
o   bulu-bulu akar untuk memperluas bidang penyerapan air dan mineral.
Jaringan Epidermis Daun : Fungsi: Melindungi daun dari air.
Jaringan Epidermis Batang : Fungsi: Membentuk bulu sebagai alat perlindungan.
Jaringan Epidermis Akar : Fungsi: Sebagai pelindung dan tempat terjadinya difusi osmosis.

2)      Jaringan parenkim/dasar
a)      Tempat hampir di semua bagian tubuh tumbuhan dan mengisi jaringan
         tumbuhan.
b)      Berdasarkan fungsinya, ada beberapa macam parenkim, yaitu:
o   Parenkim asimilasi/ klorenkim (mengandung klorofil), untuk fotosintesis.
o   Parenkim untuk menyimpan cadangan makanan dan hasil fotosintesis.
o   Parenkim untuk menyimpan udara (aerenkim).
3)      Jaringan penyokong
Kolenkima
Sel kolenkima merupakan sel hidup dan mempunyai sifat mirip parenkima. Sel-selnya ada yang mengandung kloroplas. Kolenkima umumnya terletak dibagian dekat permukaan dan dibawah epidermis pada batang, tangkai bunga, tangkai daun dan ibu tulang daun.Sel kolenkima biasanya memanjang sejajar dengan pusatnya.
Dinding sel kolenkima mengandung selulosa, pektin dan hemiselulosa. Fungsi jaringan kolenkima adalah sebagai penyokong pada bagian tumbuhan muda yang sedang tumbuh dan pada tumbuhan herba.
Sklerenkima
Jaringan Sklerenkima terdiri dari sel-sel mati. Dinding sel sklerenkima sangat tebal, kuat dan mengandung lignin (komponen utama kayu). Menurut bentuknya, sklerenkima dibagi menjadi dua, yaitu:
1.Serabut sklerenkima yang berbentuk seperti benang panjang.
2.Sklereida (sel batu). Sklereida disebut sel batu karena dindingnya keras. Skelerida terdapat pada berkas pengangkut diantara sel-sel parenkima, korteks batang, tangkai daun, akar, buah dan biji.
Fungsi Slerenkima adalah menguatkan bagian tumbuhan yang sudah dewasa dan juga melindungi bagian-bagian lunak yang lebih dan dalam seperti pada kulit biji jarak, buah kenari dan tempurung kelapa.
Ciri-ciri
Jaringan kolenkim
Jaringan sklerenkim
Letak
Tumbuhan yang masih muda
Tumbuhan yang sudah berkayu
Tersusun
Sel-sel hidup dengan dinding sel dari selulosa
Sel-sel mati dengan dinding sel dari zat lignin
Sifat sel
Lentur
kaku
Fungsi
Penguat bagian tumbuhan muda yaitu organ akar, batang, daun, bunga, dan buah.
menguatkan bagian tumbuhan yang sudah dewasa.

4)      Jaringan pengangkut
Jaringan pengangkut terdiri atas jaringan xilem dan floem.
XILEM : Sel penyusunnya meliputi elemen trakea, serat xilem dan parenkim xilem. Fungsinya untuk menyalurkan air dan mineral dari akar ke daun.
Xilem pada tumbuhan berbunga mempunyai dua tipe sel, yaitu trakeid dan unsur pembuluh. Kedua tipe sel ini merupakan sel mati.
FLOEM : Sel penyusunnya meliputi sel-sel tapis,komponen pembuluh tapis sel pengantar, serat floem dan parenkim floem. Fungsinya untuk menyalurkan zat makanan hasil fotosintesis dari daun ke seluruh bagian tumbuhan.
Pada tumbuhan tertentu, serabut floem dapat digunakan sebagai tali, misalnya rami (Boehmeria nivea).

Ciri-ciri
Xilem
Floem
Tersusun
trakea, trakeid, parenkim xilem, dan serabut xilem
sel-sel pembuluh tapis, sel pengiring, parenkim floem, dan serabut floem serta mengalami penebalan selulosa dan pektin
Fungsi
mengangkut air dan garam mineral dari akar ke daun
mengangkut hasil-hasil fotosintesis dari daun ke seluruh bagian tubuh tumbuhan


Referensi:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar