Kamis, 09 Januari 2014

RENCANA KEGIATAN PERCOBAAN BIOLOGI UNTUK SD

PERCOBAAN 1
Judul Percobaan          :   Perjalanan Mencari Cahaya
Tujuan Percobaan        :  Untuk mengetahui kepekaan tumbuhan terhadap cahaya yang mempengaruhi pertumbuhannya.
Alat dan Bahan           :
·         1 buah kentang yang sudah bertunas
·         1 buah pot kecil
·         Tanah basah
·         1 buah dus sepatu
·         2 potongan dus
·         Double tape atau perekat yang lain
·         Cutter
Langkah-langkah kegiatan:
Ø  Tanamlah kentang yang sudah bertunas dalam pot bertanah basah
Ø  Simpanlah pot itu di salah satu ujung dus  sepatu
Ø  Buatlah sebuah lubang di dinding ujung dus sepatu lainnya menggunakan cutter
Ø  Pasanglah di tengah kotak itu dua buah sekatan, yang satu terbuka di bawah, yang lain terbuka sempit di atas
Ø  Tutuplah dus itu dan taruhlah dekat jendela
Ø  Seperti tampak pada gambar di bawah ini:

Jawablah pertanyaan di bawah ini?
1.      Apa yang terjadi pada kentang tersebut setelah seminggu? Mengapa?
2.      Apa yang terjadi pada daun kentangnya? Mengapa?

Jawaban
1.      Tunas kentangnya tumbuh dan berliku sampai muncul ke lubang yang telah dilubangi karena tumbuhan memiliki sel-sel peka cahaya yang mengendalikan arah pertumbuhannya. Meskipun cahaya yang masuk ke dalam kotak hanya sedikit, sudah cukup menyebabkan tunas itu melengkung.
2.      Daun kentang itu tampaknya sangat pucat karena dalam gelap tidak dapat membentuk zat hijau daun yanng penting bagi pertumbuhannya.



PERCOBAAN 2
Judul Percobaan          :   Gerakan Gaya Siput
Tujuan Percobaan        :   Untuk mengetahui ciri khusus yang dimiliki siput
Alat dan Bahan           :
·         Siput
·         Pisau
Langkah-langkah kegiatan:
Ø  Taruhlah siput di atas pisau pada sis yang tajamnya
Ø  Tunggu apa yang yang terjadi hingga siput itu sampai ke ujung pisau

Hasil Percobaan:
Apa yang terjadi pada siput? Mengapa bisa seperti itu?

Jawaban:
Siput akan merayap dengan tenang. Karena siput memiliki lendir yang keluar dari sejumlah besar kelenjar dalam kakinya untuk melindungi siput sehingga tidak terluka. Pada telapak siput dapat terlihat berupa bayangan-bayangan berbentuk garis-garis. Garis-garis pada telapak itu dengan kecepatan yang sama bergerak dari belakang ke depan. Ini terjadi karena tarikan otot-otot secara bergelombang. Dalam gerakan ini bagian telapak belakang ditarik ke belakang dan bagian depan digeser ke depan. Kecepatan jalan siput sekitar 12 cm per menit.

Referensi:

Press, Hans Jurgen. (2009). Bergembira dengan Sains. Bandung: Angkasa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar