PERCOBAAN 1
Judul Percobaan : Perjalanan Mencari Cahaya
Tujuan
Percobaan : Untuk mengetahui kepekaan tumbuhan terhadap
cahaya yang mempengaruhi pertumbuhannya.
Alat dan Bahan :
·
1 buah kentang yang
sudah bertunas
·
1 buah pot kecil
·
Tanah basah
·
1 buah dus sepatu
·
2 potongan dus
·
Double tape atau
perekat yang lain
·
Cutter
Langkah-langkah kegiatan:
Ø Tanamlah kentang yang sudah bertunas dalam pot bertanah basah
Ø Simpanlah pot itu di salah satu ujung dus sepatu
Ø Buatlah sebuah lubang di dinding ujung dus sepatu lainnya
menggunakan cutter
Ø Pasanglah di tengah kotak itu dua buah sekatan, yang satu
terbuka di bawah, yang lain terbuka sempit di atas
Ø Tutuplah dus itu dan taruhlah dekat jendela
Ø Seperti tampak pada gambar di bawah ini:
Jawablah
pertanyaan di bawah ini?
1.
Apa yang terjadi pada
kentang tersebut setelah seminggu? Mengapa?
2.
Apa yang terjadi pada
daun kentangnya? Mengapa?
Jawaban
1.
Tunas kentangnya tumbuh
dan berliku sampai muncul ke lubang yang telah dilubangi karena tumbuhan
memiliki sel-sel peka cahaya yang mengendalikan arah pertumbuhannya. Meskipun
cahaya yang masuk ke dalam kotak hanya sedikit, sudah cukup menyebabkan tunas
itu melengkung.
2.
Daun kentang itu
tampaknya sangat pucat karena dalam gelap tidak dapat membentuk zat hijau daun
yanng penting bagi pertumbuhannya.
PERCOBAAN 2
Judul Percobaan : Gerakan Gaya Siput
Tujuan Percobaan : Untuk mengetahui ciri khusus yang dimiliki
siput
Alat dan Bahan :
·
Siput
·
Pisau
Langkah-langkah kegiatan:
Ø Taruhlah siput di atas pisau pada sis yang tajamnya
Ø Tunggu apa yang yang terjadi hingga siput itu sampai
ke ujung pisau
Hasil Percobaan:
Apa yang terjadi pada siput? Mengapa bisa seperti
itu?
Jawaban:
Siput akan merayap dengan tenang. Karena siput
memiliki lendir yang keluar dari sejumlah besar kelenjar dalam kakinya untuk melindungi
siput sehingga tidak terluka. Pada telapak siput dapat terlihat berupa
bayangan-bayangan berbentuk garis-garis. Garis-garis pada telapak itu dengan
kecepatan yang sama bergerak dari belakang ke depan. Ini terjadi karena tarikan
otot-otot secara bergelombang. Dalam gerakan ini bagian telapak belakang
ditarik ke belakang dan bagian depan digeser ke depan. Kecepatan jalan siput
sekitar 12 cm per menit.
Referensi:
Press, Hans Jurgen. (2009). Bergembira dengan Sains. Bandung: Angkasa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar